
Batang – Pembangunan jembatan garuda di Desa Tambahrejo melalui jalan yang berliku serta Jalan yang terjal dan curam membuat warga dan tukang kesulitan mengangkutnya.
Truk atau kendaraan kecil tidak bisa masuk ke lokasi jembatan. Warga masyarakat bersama-sama mengangkut atau mengendong material dari pinggir jalan Dukuh Proto. Kelompok masyarakat di Dukuh Cinde dan Dukuh Proto Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang selain menggunakan karung ada juga membuat alat yang bisa meringankan pekerjaan.
Alat itu dari sepeda motor yang dimodifikasi menjadi alat angkut untuk menaikkan batu split ataupun semen dari pinggir jalan Sukuh Proto menuju ke lokasi pembangunan jembatan garuda.
Cara kerjanya dengan menaruhnya di atas jok dan tengah motor. Dengan alat ini, mereka lebih mudah dan cepat melangsir material, dari pada secara manual diangkut dengan cara digendong atau di panggul.
“Dengan alat ini yang jelas pekerjaan kami menjadi bisa lebih ringan, khususnya untuk mengangkut batu split dan semen tidak perlu digendong dan di panggul lagi,” kata Waryono (36) salah satu warga Dukuh Proto.
( Pendim-0736 )